Definisi Revolusi Teknologi
• Revolusi adalah perubahan mendasar dalam berbagai bidang yang berlangsung cepat dan berkaitan dengan fondasi atau unsure-unsur kehidupan bermasyarakat. Tujuan dari revolusi adalah, upaya untuk merobohkan dan menjebol sistem yang lama menuju sistem yang baru.
• Teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software).
• Jadi, yang dimaksud dengan REVOLUSI TEKNOLOGI adalah perubahan sosial secara drastic dalam struktur-stuktur penting yang terjadi secara relative cepat sebagai akibat dari penemuan teknologi.
Revolusi Teknologi dalam Lintasan Sejarah
1. Sistem Pertanian di Mesopotamia
Revolusi teknologi dimulai pada masa Mesopotamia belasan ribu tahun lalu mengenal sistem pertanian. Dikenalnya sistem pertanian menandai berakhirnya era masyarakat berburu dan meramu. Membaiknya produksi pangan berujung pada peningkatan pertumbuhan penduduk. Selanjutnya, pertumbuhan penduduk yang semakin besar ikut memicu terjadinya perkembangan teknologi dan budaya. Angkatan bersenjata menjadi kebutuhan baru yang memugkinkan bangsa-bangsa yang mendiami Mesopotamia melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah. Hal ini merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
2. Mesin Cetak Gutenberg dan Renaisans
Penemuan mesin cetak oleh John Gutenberg pada 1448 menjadi salah satu faktor utama yang memicu lahirnya revolusi ilmiah pada masa Renaisans dan Abad Pencerahan. Teknologi Renaisans ditandai dengan kemajuan yang mendalam dalam bidang teknik, seperti kubah bercangkang ganda atau benteng-benteng pertahanan. Buku-buku catatan seniman insinyur Renaisnas, seperti Taccola dan Leonardo da Vinci. Memberikan wawasan yang dalam tentang teknologi mekanis yang pada waktu itu dikenal dan ditetapkan.
KEHIDUPAN POLITIK ORDE BARU
Kalau kita bicara soal orde baru, pasti yang paling teringat adalah nama Soeharto. Ya, orde baru dipimpin oleh Soeharto selama 32 tahun. Waktu yang tidak sebentar. Selama 32 tahun masa kepemimpinannya, banyak kebijakan yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap proses berjalannya Negara kita ini. Mulai dari kebijakan politik maupun kebijakan ekonomi.
Kebijakan politik yang dikeluarkan terbagi menjadi dua, yaitu kebijakan politik dalam negeri dan luar negeri. Masing-masing kebijakan tentunya dikeluarkan berdasarkan kebutuhan Negara. Idealnya, kebijakan yang dikeluarkan adalah yang menguntungkan dan mengedepankan kepentingan rakyat banyak. Nah, kita lihat nih beberapa kebijakan politik pada masa orde baru.
Kebijakan Politik Dalam Negeri
1. Pelaksanaan pemilu 1971
• Pemilu yang sudah diatur melalui SI MPR 1967 yang menetapkan pemilu akan dilaksanakan pada tahun 1971 ini, berbeda dengan pemilu pada tahun 1955 (orde revolusi atau orde lama). Pada pemilu ini para pejabat pemerintah hanya berpihak kepada salah satu peserta Pemilu yaitu Golkar. Dan kamu tahu? Golkar lah yang selalu memenangkan pemilu di tahun selanjutnya yaitu tahun 1977, 1982, 1987, 1992, hingga 1997.
A. DEMOKRASI LIBERAL
1. Kehidupan Politik
Menganut sistem multipartai yang memicu persaingan antarfraksi politik di parlemen untuk saling menjatuhkan.
a. Sistem Pemerintahan
• Presiden hanya bertugas sebagai kepala negara, bukan sebagai kepala pemeritahan.
• Kegiatan pemerintahan dijalankan oleh Menteri.
• Perdana menteri dan kabinet bertanggung jawab kepada Parlemen (DPR)
• Sistem pemerintahan yang berlaku adalah Parlementer.
b. Kabinet
1) Kabinet Natsir (6 September 1950-21 Maret 1951)
Merupakan koalisi antara Masyumi dengan Partai Indonesia Raya (PIR), Parindra, Partai Katolik, Parkindo, dan PSII.
Moh. Natsir Perdana Menteri pertama Indonesia, berasal dari Partai Masyumi.
Didukung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Moh. Roem, Assaat, Djuanda, Soemitro Djojohadikusumo.
Perekonomian Indonesia mengalami masa paling menguntungkan..
Karena berlangsungnya Perang Korea pada tahun 1950-an yang mendorong naiknya harga komoditas hingga berdampak pada peningkatan pendapatan ekspor.
Kabinet Natsir mulai goyah ketika Hadikusumo dari PNI mengeluarkan mosi tuntutan agar pemerintah mencabut PP No. 39 Tahun 1950 tentang pemilihan anggota lembaga perwakilan daerah.
2) Kabinet Sukiman (26 April 1951-23 Februari 1952)
Merupakan koalisi antara PNI dan Masyumi.
Soekarno menunjuk Sukiman (Masyumi) dan Suwirjo (PNI)
Program Kabinet Sukiman:
a) Menyempurnakan alat-alat kekuasaan negara.
b) Membuat dan melaksanakan rencana kemakmuran nasional dalam jangka pendek dan jangka panjang.
c) Menyelesaikan persiapan pemilu dan mempercepat pelaksanaan otonomi daerah.
d) Menyiapkan UU tentang pengakuan serikat buruh.
e) Menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
f) Memasukkan Irian Barat dalam wilayah RI secepatnya.
Keputusan kontroversial Keputusan Menteri Luar Negeri Ahmad Soebardjo menandatangani perjanjian Mutual Security Act (MSA) dengan Duta Besar Amerika Serikat, Merle Cochran.
Sunario (PNI) menganggap Ahmad Soebardjo melanggar politik luar negeri bebas aktif. Akibat mosi tersebut, Ahmad Soebadjo akhirnya mengundurkan diri.
KEBIJAKAN PEMERINTAH PADA MASA AWAL KEMERDEKAAN
A. RUNTUHNYA JERMAN TIMUR
• Latar Belakang
Seusai dengan Perjanjian Postdam Perang Dunia 2 yaitu terjadinya:
Demokratisasi zona timur yang dipimpin oleh gorbachev, keberanian ribuan orang yang melakukan perjuangan untuk menuntuk kebebasan mereka. Republik demokratik Jerman Timur: yang dipimpin oleh Uni Soviet, Republik Federal Jerman Barat yang dipimpin oleh AS, Britania Raya, dan Prancis. Namun masyarakat jerman tidak setuju dengan dibagi menjadi 2 wilayah terutama Jerman Timur. Perekonomian di jerman barat juga lebih tinggi dari Jerman Timur. Lalu Pemerintah jerman timur membentuk Tembok Berlin 13 agus 1961 dibawah pimpinan Wolter dan Masyarakat Jerman Timur tidak mau menganut pemerintahan komunis.
• Jalannya Peristiwa
4 september 1989 (Demonstrasi senin) untuk menuntut berbagai hak dan kebebasan.
Pada 1989 akhirnya masyarakat Jerman Timur berdemonstrasi buat ngelawan rezim partai.
19 oktober 1989 Erich Honecker mengundurkan diri sebagai sekretaris jendral SED.
8 november 1989 SED (persatuan partai sosialis jerman) menyerahkan kekuasaannya di polit biro dan mengundurkan diri dari sekretaris jendral SED.
9 November 1989 akhirnya Tembok Berlin runtuh karena adanya euforia dari Jerman Barat dan Jerman Timur.
18 Maret 1990 mengadakan pemilu untuk pemilihan dewan rakyat dan persiapan penggabungan ke Republik Federal diadakan di Republik Demokratik Jerman
12 September 1990 ditandatanganinya Traktat Two Plus Four yang berisi kedaulatan penuh bersatunya Jerman
3 Desember 1990 diadakannya pemilu untuk memilih anggota parlemen.
• Penyelesaian
Konflik ini berakhir dengan Runtuhnya Tembok Berlin dan adanya traktat Two Plus Four yaitu penandatanganan berkabungnya jerman barat dan timur menjadi satu.
ORGANISASI GLOBAL merupakan suatu organisasi dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yang juga merupakan isi dari perjanjian.
ORGANISASI REGIONAL adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Organisasi regional mempunyai wilayah kegiatannya bersifat regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja.
1) GERAKAN NON BLOK
Merupakan gerakan anti memihak pada blok manapun baik Blok Barat maupun Blok Timur. Gerakan ini dicanangkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang dihadiri 25 negara dari Asia, Afrika, Eropa, dan Latin Amerika diselenggarakan di Biograd (Belgrade), Yugoslavia pada tahun 1961.
LATAR BELAKANG
1) Adanya persamaan nasib
2) Terjadinya ketegangan dunia akibat persaingan antara dua negara adidaya
3) Terjadinya krisis Kuba
4) Ditandatanganinya dokumen brioni.
SEJARAH GERAKAN NON BLOK
Berakhirnya Perang Dunia II telah melahirkan dua blok kekuatan dunia, yaitu blok Barat dan blok Timur Blok Barat yang beraliran Liberal dipimpin Amerika Serikat (USA), sedangkan blok Timur yang berideologi komunis dipimpin Uni Soviet (USSR).
Kelahiran dua blok kekuatan tersebut merupakan ancaman serius bagi perdamaian. Oleh karena itu, lahirlah Gerakan Nonblok (GNB) yang dianggap sebagai solusi bagi negara-negara yang ingin tetap netral dan bebas dari pengaruh salah satu blok.
Dalam hal ini, Konferensi Asia Afrika (KAA) dianggap sebagai pendahulu bagi berdirinya GNB karena KAA telah melahirkan prinsip-prinsip perdamaian, kerja sama internasional, kebebasan, kemerdekaan, dan hubungan antarbangsa.
Perang Dingin (bahasa Inggris: Cold War, bahasa Rusia: Холодная война, Kholodnaya voyna, 1947–1991) adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947-1991.
BLOK BARAT: Jerbar, Inggris, Perancis, Kanada, Australia, New Zeland, Jepang, Amerika Serikat “JIPKANJA”
BLOK TIMUR: Vietnam, Alba, Bulga, Ceko, Honga, Kuba, RRC, Uni Sovyet, Mongol “VABCHKRUM”
Faktor-faktor Penyebab Perang Dingin
|
BLOK BARAT
|
BLOK TIMUR
|
|
·
Faham Liberal-Kapitalis
·
Memperluas pengaruh:
1)
Doktrin
Truman (1947) → Bantuan
Ekonomi Amerika pada YUNANI–TURKI
2)
Point Four
Truman → Bantuan ekonomi militer AS
kepada negara-negara yang masih terbelakang dalam ikatan MSA (Mutual Security
Act) di ASIA
3)
Marshall
Plan → Bantuan
Ekonomi Amerika pada EROPA
|
·
Faham Sosialis-Komunis
·
Memperluas pengaruh:
1)
Doktrin
Breshnev → Pembatasan
anggota Pakta Warsawa
2)
Molotov
Plan ( 1949) → Negara
Komunis dilarang menerima bantuan Barat. CARA : mencukupi kebutuhan
sendiri (SUBSISTENSI)
|
|
·
Pakta Pertahanan Militer :
A.
SEATO (1954): bendung pengaruh
Komunis di Asia Tenggara. Anggota:
USA, Inggris, Filipina, Singapura dan Selandia Baru). Bubar: tahun 1975
B.
NATO (1949): bendung
pengaruh komunis di Eropa
C.
CENTO (1959): bendung
pengaruh komunis di Timur Tengah. Anggota: AS, Inggris, Iran, Irak, Turki dan
Pakistan
D.
ANZUS (1951): bendung
pengaruh komunis di Oceania
|
·
Pakta Pertahanan Militer :
A.
Pakta warsawa (1955):
Menandingi NATO. Anggota : Mongolia, Polandia, Cekoslovakia, Bulgaria,
Rumania, Jerman Timur dan Uni Sovyet
B.
Cominform
(1947): wadah kerjasama partai-partai komunis di Eropa. Pusat : Beograd, Yugosalvia
|
|
·
Organisasi Intelejen/Spionase
CIA (Central Intelligence
Agency) Berdiri tahun 1947
|
•
Organisasi Intelejen/Spionase
KGB (Kommissariat
Gasudarstevenni Bezapashosti) Berdiri tahun 1951
|







