Hakikat Kelompok Sosial
Setiap mahkluk hidup pasti cenderung untuk hidup berkelompok, saling berinteraksi dan melakukan kerjasama dalam kehidupannya. Bukan hanya manusia saja, melainkan juga banyak jenis mahkluk lain yang hidup bersama dengan individu-individu sejenisnya dalam sebuha kelompok.
Koentjaraningrat mendefinisikan bahwa ciri khas kehidupan berkelompok yaitu:
- Pembagian kerja yang tetap antara berbagai macam subkesatuan atau golongan individu dalam kelompok untuk melaksanakan berbagai macam fungsi hidup,
- Ketergantungan individu kepada individu lain dalam kelompok sebagai akibat dari pembagian kerja tadi,
- Kerjasama antar individu yang disebabkan karena sifat ketergantungan tadi,
- Komunikasi antar individu yang diperlukan guna melaksanakan kerjasama tadi,
- Diskriminasi yang diadakan antara individu-individu warga kelompok dan individu-individu dari luarnya.
Berikut ini konsep kelompok social dari para ahli
- Paul B. Horton, kelompok berarti setiap kumpulan manusia secara fisik (misalnya, sekelompok orang yang sedang menunggu bus kota).
- Roland L. Warren, satu kelompok sosial meliputi sejumlah manusia yang berinteraksi dan memiliki pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya secara keseluruhan.
- Mayor Polak, kelompok merupakan sejumlah orang yang saling berhubungan dalam sebuah struktur.
- Wila Huky, kelompok merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.
- Mac Iver dan Charles H. Page, kelompok sosial merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama.
- Robert K. Merton, kelompok sebagai sekumpulan orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan.
- Soerjono Soekanto, kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama, antaranggotanya saling berhubungan, saling memengaruhi dan memiliki kesadaran untuk saling menolong.
Dengan demikian, kelompok sosial dapat diartikan sebagai kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi.
Syarat dan ciri kelompok sosial menurut Robert K. Merton ada tiga kriteria suatu kelompok :
- Memiliki pola interaksi
- Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok
- Pihak yang berinteraksi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota kelompok
Menurut Soerjono Soekanto, himpunan manusia baru dapat dikatakan sebagai kelompok sosial apabila memiliki beberapa persyaratan berikut.
- Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan
- Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lain dalam kelompok itu.
- Ada suatu faktor pengikat yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok, sehingga hubungan di antara mereka bertambah erat. Faktor tadi dapat berupa kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideology politik yang sama, dan lain-lain
- Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilaku yang sama
- Bersistem dan berproses
Menurut Bierstedt ada empat jenis kelompok, yaitu sebagai berikut.
- Kelompok statistik (statistical group). Contohnya, pengelompokan penduduk berdasarkan usia, tingkat pendidikan, mata pencaharian, dan sebagainya.
- Kelompok kemasyarakatan (societal group). Contohnya, kelompok berdasarkan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), kelompok orang-orang miskin dan kaya, dan sebagainya.
- Kelompok sosial (social group). Contohnya, kelompok teman, kelompok kerabat, dan kelompok-kelompok pada masyarakat tradisional seperti kesenian, olahraga, keagamaan atau majelis ta’lim.
- Kelompok asosiasi (associational group). Contohnya, sekolah, organisasi politik, Persatuan Guru Republik Indonesia, ikatan alumni suatu sekolah atau perguruan tinggi.
Kelompok tidak teratur
- Kerumunan (Crowd) adalah sekumpulan orang yang berada di suatu tempat, akan tetapi di antara mereka tidak berhubungan secara tetap.
- Formal audience. Contohnya, penonton film, orang-orang yang menghadiri khotbah keagamaan.
- Expressive group. Contohnya, orang yang berpesta atau berdansa.
- Inconvenient aggregations. Contohnya, orang-orang yang antre untuk membeli karcis, orang-orang yang menunggu bus, dan sebagainya.
- Panic crowds. Contohnya orang-orang berlarian panik berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya Tsunami.
- Spectator crowds. Contohnya, kerumunan yang menyaksikan suatu kecelakaan atau musibah bencana alam.
- Acting mobs. Contohnya, gerombolan pedagang kaki lima mengamuk dan merusak fasilitas umum karena dilarang berjualan di suatu tempat yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
- Immoral crowds. Contohnya, kumpulan orang yang sedang mabuk.
- Publik adalah kelompok yang bukan merupakan kesatuan. Interaksi berlangsung melalui alat-alat komunikasi dan tidak langgeng. Contohnya, pembicaraan pribadi yang berantai, desas-desus atau gosip, surat kabar, radio, televisi, film, dan sebagainya.
- Massa diartikan sebagai keseluruhan dari kerumunan sosial. Pengertian massa timbul sejalan dengan perkembangan masyarakat yang mengarah pada pola kehidupan modern. Oleh karena itu, pengertian massa menjadi ciri khas masyarakat modern yang pada umumnya bertempat tinggal di perkotaan. Ciri massa yang menonjol adalah suatu kumpulan orang yang heterogen sehingga identitasnya sulit diketahui. Keanekaragaman massa tampak dari diferensiasi status sosial, taraf hidup, pendidikan, keturunan, pekerjaan, dan agama.
Kelompok teratur, terdiri dari:
Kelompok sosial berdasarkan Solidaritas Antara Anggotanya (Emile Durkheim)- Kelompok dengan solidaritas mekanik, yakni masyarakat yang masih sederhana dan diikat oleh kesadaran kolektif serta belum mengenal adanya pembagian kerja atau spesialisasi diantara para Hukum yang berlaku adalah hukum adat.
- Kelompok dengan solidaritas organic, yakni masyarakat yang sudah kompleks dan telah mengenal pembagian kerja secara teratur diantara para Hukum yang berlaku adalah hukum negara.
- Gemeinschaft (Paguyuban) yakni kelompok sosial yang memiliki ikatan erat dan intim
- Gesellschaft (Patembayan) yakni kehidupan public yang bersifat sementara dan semu
- In-Group yakni kelompok yang terbentuk karena adanya kesamaan diantara anggotanya
- Out-Group yakni terbentuk karena adanya rasa benci dan permusuhan antar kelompok
- Kelompok Primer, yakni kelompok sosial yang memiliki hubungan saling mengenal dan memiliki perasaan kebersamaan
- Kelompok Sekunder, yakni kelompok sosial yang terbentuk karena adanya kepentingan yang sama sehingga kerjasama didasarkan pada hitungan untung rugi
- Kelompok Formal, yakni kelompok yang memiliki system hubungan yang sengaja diciptakan sehingga unsure-unsur dalam suatu organisasi merupakan bagian-bagian fungsional yang berhubungan
- Kelompok Informal yakni kelompok yang memiliki hubungan secara pribadi, bersifat erat dan intim
- Kelompok okupasional adalah kelompok yang terdiri atas orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis. Kelompok okupasional biasa terdapat pada masyarakat heterogen. Pada masyarakat ini berkembang sistem pembagian kerja yang semakin didasarkan pada pengkhususan atau spesialisasi.
- Kelompok volunter yakni mencakup orang-orang yang mempunyai kepentingan sama, namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat yang daya jangkaunya semakin luas.
- Membership group adalah kelompok yang menunjukkan seseorang secara resmi dan secara fisik menjadi anggota.
- Reference group adalah kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya
- Berdasarkan besar kecilnya jumlah anggota, menurut Simmel bentuk terkecil kelompok sosial terdiri dari satu orang sebagai focus hubungan sosial dinamakan monad, berkembang menjadi dua disebut dyad dan triad.
- Berdasarkan derajat interaksi sosial, berdasarkan derajat interaksi sosial terdiri dari kelompok-kelompok yang anggotanya saling mengenal (face to face grouping) dan kelompok-kelompok yang anggotanya tidak mempunyai hubungan yang erat.
- Berdasarkan kepentingan dan wilayah
- Berdasarkan derajat organisasi
- Berdasarkan kesadaran terhadap jenis yang sama, terdapat in-group dan out-group
- Berdasarkan hubungan sosial dan tujuan, dapat dibedakan menjadi kelompok primer dan sekunder. Dalam konteks Indonesia kedua kelompok tersebut tercermin dalam paguyuban dan patembayan.
- Paguyuban, merupakan bentuk kehidupan bersama dimana anggota-anggotanya memiliki hubungan batin yang kuat, bersifat alamiah dan kekal. Contohnya, keluarga, kekerabatan, antar tetangga pada masyarakat tradisional atau pada masyarakat pedesaan. Ciri-ciri paguyuban, intim, privat, ekslusif
- Patembayan, merupakan bentuk kehidupan bersama dimana diantara anggotanya terdapat ikatan lahir yang bersifat pokok, dalam jangka waktu yang relative pendek. Contohnya, hubungan dalam dunia industry atau organisasi politik.
Dimensi Hubungan Antarkelompok
Menurut Kinloch, hubungan antarkelompok memiliki beberapa kriteria sebagai berikut.
- Kriteria fisiologis, didasarkan pada persamaan jenis kelamin, usia, dan ras
- Kriteria kebudayaan, diikat oleh persamaan budaya, seperti kelompok etnik suku bangsa, ataupun persamaan agama
- Kriteria ekonomi, dibedakan antara mereka yang memiliki kekuasaan ekonomi dan yang tidak
- Kriteria perilaku, didasarkan pada cacat fisik, cacat mental, dan penyimpangan terhadap aturan masyarakat
Dalam hubungan antar kelompok terdapat empat dimensi;
- Dimensi sejarah, diarahkan pada masalah tumbuh dan berkembangnya hubungan antarkelompok. Hal tersebut terkait dengan timbulnya stratifikasi etnik, stratifikasi jenis kelamin, dan stratifikasi usia
- Dimensi sikap, timbulnya prasangka (prejudice) atau stereotip
- Dimensi institusi, dapat berupa institusi politik dan ekonomi
- Dimensi gerakan sosial, baik diprakarsai oleh pihak yang menginginkan perubahan maupun oleh mereka yang ingin mempertahankan keadaan yang sudah ada.
Dinamika Kelompok Sosial
Dinamika kelompok social adalah proses perubahan dan perkembangan akibat adanya interaksi dan saling ketergantungan (interdependensi), baik antar anggota kelompok maupun antara anggota suatu kelompok dengan kelompok lain. Dinamika kelompok memiliki beberapa aspek diantaranya yaitu kohesi atau persatuan, motif atau dorongan, struktur, pimpinan, dan perkembangan kelompok.
Faktor-faktor Pendorong Dinamika Kelompok Sosial
Faktor dari luar (ekstern)- Perubahan situasi sosial
- Perubahan situasi ekonomi
- Perubahan situasi politik
- Adanya konflik antar anggota
- Adanya perbedaan kepentingan
- Perbedaan paham
- Pergantian anggota kelompok
Proses Dinamika Kelompok Sosial
Masyarakat Pedesaan (rural community) adalah masyarakat yang penduduknya bermata-pencaharian utama sebagai petani. Ciri-ciri masyarakat desa menurut Talcot Parson:- Afeksivitas (kasih sayang, tolong meolong)
- Orientasi kolektif (meningkatkan kebersaman)
- Partikularisme (khusus untuk tempat/daerah tertentu saja)
- Askripsi (keadaan yang sudah merupakan kebiasaan/keharusan)
- Diffuseness (kekaburan)
- Netralitas afektif (memperlihatkan sikap netral, acuh tak acuh)
- Orientasi diri (menonjolkan kepentingan pribadi)
- Universalisme (berpikir obyektif)
- Prestasi (suka mengejar prestasi)
- Spesifitas (menonjolkan sesuatu yang jelas dan tegas)
Pola Relasi Antar Kelompok Sosial
Akulturasi, terjadi ketika kebudayaan kedua kelompok ras yang bertemu mulai berbaur.Dominasi, terjadi bila suatu kelompok ras menguasai kelompok lain. Kornblum menyatakan bahwa terdapat empat macam kemungkinan proses yang dapat terjadi dalam suatu hubungan antarkelompok,
- Genosida adalah pembunuhan secara sistematis dalam rangka menghancurkan kelompok ras, etnis, atau agama tetentu. Misalnya: Pembantaian 6 juta orang Yahudi oleh Nazi Jerman
- Pengusiran adalah dominasi disertai pemindahan kelompok masyarakat yang terdominasi ke tempat lain. Contohnya: Bangsa Eropa terhadap penduduk asli Amerika (Suku Indian), Suku Aborigin di Australia, dan Suku Maoris di New Zeland.
- Perbudakan adalah sistem perhambaan yang terlembagakan.
- Segregasi adalah pemisahan kelompok ras atau etnis secara paksa. Contohnya: Politik apartheid di Amerika Serikat
- Asimilasi adalah proses suatu kelompok meninggalkan tradisi budayanya sendiri dan menjadi bagian dari kelompok budaya lain yang berbeda.
Resistensi adalah salah satu strategi yang dilakukan oleh kelompok minoritas sebagai upaya untuk menghindarkan diri dari kontak yang tidak mengenakkan dengan kelompok dominan melalui jalan mensegregasi sendiri dengan memilih mengisolasi diri. Contohnya: Mahatma Gandhi terhadap orang kulit putih.
Diskriminasi adalah perlakuan tidak adil yang dilakukan secara sengaja terhadap orang atau kelompok lain yang didasarkan ada prasangka mengenai identitas agama, ras atau entis.
Amalgamasi, terjadi penyatuan kelompok yang ada untuk membentuk generasi baru dengan cara melakukan pernukahan campuran/silang.
Paternalism, bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi.
Integrasi, suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan perhatian khusus pada perbedaan ras tersebut.
Pluralitas, keadaan dimana kelompok yang berbeda ras, etnis dan agama saling memelihara identitas budaya dan jaringan sosial, serta tetap bersama-sama berpartisipasi dalam sistem ekonomi dan politik.
Multikulturalisme adalah kebijakan publik yang mendorong seluruh kelompok budaya dalam masyarakat untuk bersedia menerima dan berinteraksi dengan kelompok lain secara sederajat.
Pernahkah kamu berpikir, mengapa prostitusi bisa ada dalam kehidupan masyarakat? Apabila dilihat dari kacamata umum, merebaknya prostitusi dikarenakan kebutuhan akan uang. Namun, kenyataannya terdapat banyak hal yang menjadikan praktik prostitusi itu ada. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor lingkungan, diri sendiri, keluarga, pemerintah, dan lain-lain. Dari mana kita bisa membuat kesimpulan seperti itu? Kesemua itu didapat melalui sebuah penelitian panjang.
Dengan penelitian, kita dapat menangkap fenomena-fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Bahkan, menemukan sesuatu di luar dugaan kita. Terkadang orang beranggapan bahwa penelitian itu sulit dan rumit. Namun, apabila kita mengetahui metode-metode serta teori yang digunakan, penelitian akan menjadi kegiatan yang menyenangkan. Tidak percaya? Buktikan saja dengan mempelajari bab ini!
A. Penalaran dan Penelitian
Ilmu pengetahuan diperoleh melalui serangkaian pengamatan dan pemahaman yang terus-menerus, dari satu orang ke orang lainnya, dari satu generasi ke generasi lainnya, bahkan dari satu zaman ke zaman berikutnya. Dan untuk dapat memahami dan mengerti suatu ilmu pengetahuan, manusia perlu melakukan penalaran dan penelitian terhadap pengetahuan tersebut. Salah satu syarat suatu pengetahuan dapat menjadi ilmu pengetahuan adalah bahwa pengetahuan tersebut dibuat berdasarkan penelitian yang ilmiah.
1) Penalaran
Proses berpikir lahir dari rasa ragu terhadap sesuatu hal dan keinginan untuk memperoleh suatu kepastian, sehingga kemudian tumbuh menjadi suatu masalah yang khas dan memerlukan suatu pemecahan. Untuk itu, dilakukan penyelidikan terhadap data yang tersedia dengan metode-metode yang tepat.
Biasanya manusia selalu berpikir jika berhadapan dengan banyak permasalahan. Akan tetapi, tidak semua masalah membuat kita terdorong untuk memikirkanya secara sungguh-sungguh. Hanya masalah-masalah tertentu saja yang menurut kita perlu dan bermanfaat jika dipikirkan secara sungguh-sungguh. Kegiatan berpikir secara sungguh-sungguh dan logis inilah yang disebut sebagai penalaran.
Suatu penalaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
- Logis, ditimbang secara objektif dan didasarkan pada data yang sahih
- Analitis, daya imajinasi untuk merangkai, menyusun, menyusun atau menghubungkan petunjuk-petunjuk akal pikiranya kedalam suatu pola tertentu.
- Rasional, masuk akal karena didasarkan pada fakta-fakta
Penalaran dapat dilakukan dengan tiga cara:
a. Deduktif, silogisme Aristoteles, adalah suatu cara berpikir ilmiah yang bertolak dari pernyataan atau alasan yang bersifat umum ke pernyataan atau alasan yang bersifat khusus, dengan menggunakan kaidah logika tertentu
Unsur silogisme:
- Dasar pemikiran utama (premis Mayor), misal: Semua siswa SMA kelas X wajib mengikuti jam pelajaran Sosiologi selama dua semester.
- Dasar pemikiran kedua (premis Minor), misal: Hana adalah siswa kelas X MA Asih Putera.
- Kesimpulan, misal: Hana wajib mengikuti jam pelajaran Sosiologi selama dua semester.
b. Induktif, memulai suatu penalaran dari hal-hal atau pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus untuk menentukan kesimpulan atau hokum yang bersifat umum. Misal: setiap manusia yang diamati akan merasa lapar jika tidak makan apapun selama 12 jam. Oleh sebab itu, Dony, sebagai manusia, pasti akan lapar jika tidak makan selama 12 jam.
c. Pendekatan Ilmiah, gabungan antara cara penalaran deduktif dan induktif. Dalam pendekatan ilmiah, penalaran disertai dengan suatu dugaan sementara (hipotesis).
2) Penelitian
Kata penelitian adalah terjemahan dari kata dalam Bahasa Inggris re-search, yang berasal dari suku kata re (kembali) dan to search (mencari). Jadi, research berarti mencari kembali suatu pengetahuan. Dari pendapat para ahli tentang definisi penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian adalah suatu proses atau rangkaian langkah-langkah atau kegiatan ilmiah dalam rangka pemecahan masalah. Sebagai suatu kegiatan ilmiah, maka dalam pelaksanaannya suatu penelitian harus mengikuti tiga syarat penting, yakni sistematis, terencana dan mengikuti konsep ilmiah. Peneliti dituntut untuk memiliki sikap yang objektif, kompeten dan faktual. Selain itu peneliti juga harus memiliki cara berpikir yang skeptis, analitis, kritis, jujur dan terbuka.
Jenis-Jenis Penelitian
a. Penelitian ditinjau dari tujuannya
- Penelitian Eksploratif, artinya penelitian yang bertujuan untuk menemukan atau mendapat kan suatu pengetahuan baru atau menemukan sesuatu yang sebelumnya belum ada
- Penelitian Verivikatif, bertujuan untuk menguji kebenaran atau menguji hasil suatu penelitian yang sudah dilakukan karena adanya data-data atau kesimpulan yang diragukan kebenarannya
- Penelitian Development, bertujuan untuk mengembangkan, memperluas dan menggali lebih dalam suatu teori atau problematik keilmuan menjadi lebih dalam
b. Penelitian ditinjau dari cara pembahasannya
- Penelitian Deskriptif, yaitu untuk melukiskan, memaparkan, menuliskan melaporkan suatu keadaan, obyek atau peristiwa tanpa menarik kesimpulan umum
- Penelitian Inferensial, yaitu disamping melukiskan peristiwa juga menarik kesimpulan umum dari masalah yang sedang dihadapi
c. Penelitian ditinjau dari cara penerapannya atau pemakaiannya
- Penelitian Dasar/Murni, yaitu bertujuan untuk menemukan suatu generalisasi/berusaha menemukan menemukan teori-teori atau dalil-dalil yang berlaku umum
- Penelitian Terapan, diarahkan untuk kepentingan praktis dibidang kehidupan sehari-hari. Contoh; penelitian obat-obatan tradisional.
d. Penelitian ditinjau dari tempat pelaksanaannya
- Penelitian Laboratorium, dilakukan dalam suatu tempat khusus untuk mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah
- Penelitian Lapangan, dilakukan dalam kehidupan sebenarnya pada umumnya bertujuan untuk memecahkan masalah masalah praktis dalam kehidupan sehari-hari
- Penelitian Kepustakaan, bertujuan utk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan macam-macam materi yang terdapat diruang kepustakaan misalnya buku-buku, majalah, naskah, catatan kisah sejarah, dokumen dll
e. Penelitian ditinjau dari bidangnya
- Penelitian bidang alam, mempunyai obyek dunia riil materi atau dunia obyektif, yang dicari adalah fakta dan pembuktian kenyataan yang dipergunakan metode deduktif induktif, mengikuti eksperimen
- Penelitian bidang sosial, obyeknya adalah manusia dan fenomena-fenomena manusiawi atau gejala- gejala sosial. Titik beratnya adalah masalah efek atau pengaruh dan kegunaan bagi manusia
B. Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah suatu cara pengejaran atau usaha memperoleh kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Kriteria metode ilmiah terdiri dari fakta, bebas dari prasangka, menggunakan prinsip analisis, menggunakan hipotesis, menggunakan ukuran objektif, dan menggunakan teknik kuantifikasi.
Langkah-langkah penelitian ilmiah
- Merumuskan dan mendefinisikan masalah
- Mengadakan studi kepustakaan
- Memformulasikan hipotesis (dugaan sementara)
- Menentukan model untuk pengujian hipotesis, mencakup metode yang akan dipakai, instrument penelitian, teknik analisa data, dan lain sebagainya.
- Menyusun, menganalisis dan memberikan interpretasi
- Membuat generalisasi kesimpulan
- Membuat laporan ilmiah
C. Metode Penelitian
Dalam ranah penelitian sosial dikenal metode penelitian yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif
1) Penelitian kuantitatif, yaitu peneliti mengumpulkan data yang dapat diukur dengan angka. Berbagai penelitian kuantitatif sbb :
- Penelitian eksploratif, bertujuan untuk emgenali variable/aspek-aspek tertentu dari suatu fenomena atau fakta yang ingin diketahui maknanya
- Penelitian deskriptif, untuk mendeskripsikan suatu fenomena yang sama seperti pada penelitian dilakukan untuk menjelaskan hasil penelitian berupa angka secara deskriptif
- Penelitian eksplanatoris, dilakukan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai alas an suatu variable memiliki kecenderungan tertentu yang muncul sebagai akibat adanya variabel bebas
- Penelitian Survei, penelitian ini memiliki ciri khas yang ditunjukkan dari jumlah sampel (yang dijadikan sasaran pengamatan) cukup besar dan cara pengumpulan datanya dikalukan dengan menggunakan perangkat kuesioner
- Penelitian eksperimen, bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab antar variable dengan cara melakukan control langsung terhadap faktor penyebab
- Penelitian komparatif, bertujuan membandingkan dua variable atau lebih
- Penelitian Korelasional, Bertujuan untuk menyelidiki sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi lain pada satu faktor atau lebih
2) Penelitian kualitatif, yaitu penyajian dan analisis data dilakukan secara naratif
- Penelitian deskriptif, dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih detail dari suatu fenomena secara naratif
- Penelitian studi kasus, dipelajari secara intensif tentang latar belakang suatu masalah atau kasus serta interaksi yang bersifat apa adanya
- Penelitian historis, merupakan sebuah proses pengumpulan dan penafsiran gejala yang muncul pada masa lampau
D. Masalah Penelitian
Secara teoritis, masalah adalah suatu keadaan yang tidak bersesuaian dengan apa yang diinginkan. Dengan kata lain, masalah adalah ketidaksesuaian antara keinginan dan kenyataan yang ada. Ciri-ciri masalah dalam penelitian
1) Masalah harus memiliki nilai penelitian; artinya memiliki kegunaan tertentu serta dapat digunakan untuk suatu keperluan.
- Masalah harus asli/sesuai dengan kenyataan
- Masalah harus menyatakan suatu hubungan, hubungan antara dua atau lebih variable.
- Masalah harus merupakan hal yang penting
- Masalah harus dapat diuji/diukur
- Masalah harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
2) Masalah harus fleksibel; disesuaikan dengan biaya, waktu dan hokum yang berlaku
3) Masalah harus sesuai dengan kualifikasi peneliti; menarik, sesuai dengan keahlian si peneliti.
Cara merumuskan masalah
1) Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
2) Hendaknya jelas dan padat
3) Berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah
4) Merupakan dasar dalam membuat hipotesis
5) Menjadi dasar bagi judul penelitian
E. Desain Penelitian
Secara garis besar, prosedur penelitian dibagi ke dalam tiga langkah pokok berikut ini.
1) Menyusun rancangan penelitian
Rancangan penelitian merupakan pokok perencanaan bagi seluruh kegiatan penelitian yang tercakup dalam satu kesatuan langkah. Penyusunannya terdiri dari enam tahap, yaitu:
- Memilih topik atau masalah;
- Melakukan kegiatan prapenelitian atau studi pendahuluan;
- Merumuskan masalah;
- Menentukan dugaan sementara (asumsi) dan hipotesis;
- Menentukan metode dan pendekatan (kuantitatif atau kualitatif);
- Menentukan variabel (jika kuantitatif) dan sumber data;
- Membuat instrumen penelitian, seperti angket (kuesioner) dan daftar pertanyaan wawancara.
2) Pelaksanaan penelitian
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu:
a. Menentukan teknik dan dan membuat instrumen
Instrumen yang digunakan dapat berupa angket (kuesioner) atau daftar pertanyaan wawancara. Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti. Beberapa teknik pengambilan sampel, yaitu:
- Sampel acak sederhana (random sampling);
- Sampel sebanding (proportional sampling);
- Sampel bertujuan (purposive sampling);
- Sampel berstrata (stratified sampling);
- Sampel bola salju (snowball sampling);
- Sampel berkelompok (cluster sampling);
- Sampel kebetulan (accidental sampling);
- Sampel jumlah (kuota sampling).
b. Mengumpulkan dan mengolah data.
c. Analisis dan interpretasi data.
Analisis data adalah proses penyederhanaan data sehingga mudah dibaca. Ada dua macam analisis, yakni analisis kualitatif dan kuantitatif.
d. Menarik kesimpulan.
3) Pembuatan Laporan Penelitian
Laporan penelitian dibuat agar orang lain dapat memahami, menilai dan bahkan menguji hasil penelitian. Oleh karena itu, suatu laporan penelitian harus bersifat komunikatif (menggunakan bahasa yang baik dan benar) dan sistematis (teratur). Penulisannya secara garis besar terdiri atas tiga bagian berikut.
- Pendahuluan, meliputi halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, gambar dan grafk.
- Isi, meliputi bab pendahuluan, bab pendahuluan, bab tinjauan pustaka, bab metodologi penelitian, bab pelaksanaan penelitian, bab hasil penelitian, pembahasan serta bab kesimpulan dan saran.
- Penutup, meliputi daftar pustaka, lampiran, dan indeks
Komponen Dalam Rancangan Penelitian
1) Topik dan Judul Penelitian. Hal yang harus diperhatikan dalam memilih judul:
- Singkat, padat, dan jelas
- Bersifat aktual
- Menarik untuk diteliti
- Bermanfaat
- Bersifat realistis
2) Latar Belakang Masalah. Alasan yang melatarbelakangi pemilihan tema atau topik penelitian
3) Rumusan Masalah dan Hipotesis. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
4) Landasan Teori merupakan paparan teori yang digunakan dalam permasalahan penelitian. Dikenal juga dengan istilah studi kepustakaan/tinjauan pustaka.
5) Hipotesis penelitian adalah dugaan jawaban atas pertanyaan peneliti. Hipotesis disusun berdasarkan pengamatan awal dan kajian berbagai teori yang relevan dengan masalah penelitian.
6) Menentukan metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh peneliti untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan peneliti. Meliputi antara lain lokasi dan subyek penelitian, metode pengumpulan data dan metode analisis data.
7) Populasi dan Sampel. Populasi adalah objek penelitian secara keseluruhan. Sampel adalah bagian dari populasi yang dipilih dengan teknik tertentu.
Teknik Menentukan Sampel
- Purposive sampling, teknik pengambilan sampel yang didasarkan pada tujuan tertentu
- Proporsional Sampling, sampel yang dipilih bersifat representatif atau mewakili gambaran yang ada pada populasi
- Snowball sampling, teknik penetapan sample yang jumlah sampelnya berkembang dari sedikit menjadi semakin banyak.
- Random sampling, teknik menentukan sample secara acak
- Stratified Random sampling, pengembangan dari teknik random, tetapi sudah mempertimbangankan tingkatan/strata yang ada dalam populasi
- Ordinal Random sampling. Pengambilan sample secara ordinal atau mengambil perwakilan dari populasi dengan interval tertentu.
- Area Random sampling, teknik yang digunakan apabila populasinya tersebar secara tidak menentu pada banyak wilayah.
Teknik Pengumpulan Data
- Teknik angket/kuisioner, pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden
- Teknik wawancara/interview, pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara/pengumpul data kepada responden
- Teknik observasi, mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis dengan prosedur yang terstandar dengan mengamati langsung di lapangan
- Teknik studi kepustakaan, pengumpulan data dan informasi melalui sumber buku, naskah,kisah sejarah dan dokumen.
- Teknik analisis media massa
Penyajian Data Penelitian
1) Inventarisasi dan Pengeditan Data (Editing)
- memeriksa kembali lembar pertanyaan
- memeriksa kelengkapan identitas responden
- memeriksa lembar jawaban responden
2) Memberi Kode (Coding): Mengklasifikasikan jawaban responden sehingga mudah diolah menurut kode-kode tertentu.
3) Klasifikasi: Pengelompokan data sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.
4) Tabulasi Data: Pengolahan data dengan cara memasukkan kedalam tabel.
- Tabulasi langsung
- Lembaran kode (code sheet)
- Tabulasi frekuensi
- Tabulasi silang
Pengolahan Data Penelitian
1) Pengolahan data Statistik (Kuantitatif)
a. Distribusi Frekuensi
b. Ukuran Pemusatan (Tendensi Sentral)
- Mean, sering disebut nilai rata-rata. Mean berasal dari jumlah keseluruhan nilai dibagi dengan banyaknya unit/bilangan (total frekuensi).
- Median adalah nilai titik tengah yang membagi dua bagian sama besar. Caranya mengurutkan dimulai dari angka yang terkecil sampai terbesar. Jika urutannya ganjil, maka nilai tengah tersebut merupakan mediannya. Misal, data nilai lima orang siswa adalah 72, 75. 80, 80, 85. Maka mediannya adalah 80. Jika data yang diperoleh berjumlah genap maka mencari mean dengan menjumlah dua bilangan ditengah kemudian dibagi dua. Misal, data yang tersedia adalah 72, 73, 78, 72, 75, 80. Maka mencari mediannya adalah 78+72:2= 75
- Modus adalah nilai yang paling sering muncul.
c. Mengukur derajat hubungan antar variable (Korelasi)
2) Pengolahan Data non Statistik (Kualitatif)
- Reduksi data, mengkategorikan data hasil penelitian ke dalam beberapa pola atau kategori.
- Penyajian data, data disjaikan ke dalam matriks sesuai dengan pola atau kategori yang telah ditentukan sebelumnya.
- Penarikan kesimpulan.
A. REALITAS SOSIAL
Peter Berger dan Thomas Luckman dalam buku mereka yang berjudul The Sosial Construction of Reality, mengemukakan bahwa realitas adalah kualitas yang berkaitan dengan fenomena yang kita anggap berada di luar kemauan kita (sebab ia tidak dapat dienyahkan). Berger dan Luckman melihat melihat bahwa realitas sosial memiliki dimensi objektif dan subjektif. Dimensi objektif dilihat dari adanya lembaga atau pranata sosial beserta nilai dan norma yang menunjukan bahwa masyarakat cenderung menginginkan keteraturan. Karena itu, masyarakat cenderung mewariskan nilai dan norma kepada generasi berikutnya melalui proses internalisasi (sosialisasi). Namun demikian, manusia tidak harus selalu dipengaruhi oleh lingkungannya. Manusia memiliki peluang untuk melakukan interpretasi berbeda atas realitas yang diperolehnya melalui sosialisasi (sosialisasi tidak sempurna) yang dilihatnya sebagai cermin dunia objektifnya. Interpretasi yan berbeda ini secara kolektif akan membentuk sebuah realitas baru. Berger menyebut proses ini sebagai eksternalisasi.
Eksternalisasi berjalan lambat namun pasti. Proses ini mengakibatkan terjadinya perubahan aturan atau norma dalam masyarakat. Artinya, akan terbentuk sistem nilai atau norma baru yang dapat mempengaruhi generasi-generasi berikutnya. Menurut Berger, masyarakat sebetulnya adalah produk dari manusia. Manusia tidak hanya dibentuk oleh masyarakat, tetapi juga mencoba mengubah masyarakat, termasuk perubahan yang berakibat munculnya masalah-masalah sosial.
B. MASALAH SOSIAL
Masalah sosial sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi sosial antar individu, antar individu dengan kelompok, atau antar kelompok. Dalam keadaan normal, interaksi sosial dapat menghasilkan integrasi. Namun, interaksi sosial juga dapat menghasilkan konflik.
Soerjono Soekanto mengatakan bahwa masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Soerjono Soekanto membedakan masalah sosial menjadi empat yaitu sebagai berikut:
a. Masalah sosial dari faktor ekonomis, seperti kemiskinan dan pengangguran
b. Masalah sosial dari faktor biologis, seperti penyakit menular
c. Masalah sosial dari faktor psikologis, seperti penyakit syaraf dan bunuh diri
d. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, seperti perceraian dan kenakalan remaja
Dalam menentukan apakah suatu masalah merupakan masalah sosial atau bukan, para sosiolog menggunakan beberapa dasar sebagai ukuran, yaitu:
1) Kriteria umum
Masalah sosial terjadi karena ada perbedaan antara nilai-nilai dalam suatu masyarakat dengan kondisi nyata kehidupan. Artinya, ada ketidakcocokan antara anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi dan kenyataan sebenarnya. Kriteria umum masalah sosial pun berbeda-beda di setiap masyarakat, hal ini tergantung pada nilai-nilai yang mereka anut. Contoh, di Indonesia “kumpul kebo” dilihat sebagai sebuah masalah, tetapi tidak demikian di Amerika.
2) Sumber masalah sosial
Selain bersumber dari interaksi sosial yang efektif, masalah sosial juga dapat bersumber dari gejala-gejala alam, seperti gempa bumi atau kemarau panjang. Namun tidak semua gejala alam menjadi sumber masalah sosial. Gejala alam menjadi sumber masalah sosial jika gejala tersebut mengakibatkan masalah sosial tertentu. Contohnya, banjir bukanlah masalah sosial. Namun akibat yang ditimbulkanya, seperti kehilangan tempat tinggal atau pencurian merupakan masalah sosial.
3) Pihak yang menetapkan masalah sosial
Dalam masyarakat, umumnya terdapat sekelompok kecil individu yang mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk menentukan apakah sesuatu dianggap sebagai masalah sosial atau bukan. Kelompok-kelompok tersebut diantaranya adalah pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dewan atau musyawarah masyarakat.
4) Masalah sosial nyata dan laten
Masalah sosial nyata adalah masalah sosial yang timbul akibat terjadinya kepincangan yang disebabkan ketidaksesuaian tindakan dengan norma dan nilai masyarakat. Masalah sosial nyata umumnya berusaha dihilangkan. Masalah sosial laten adalah masalah sosial yang ada dalam masyarakat, tetapi tidak diakui sebagai masalah. Hal ini umumnya disebabkan ketidakberdayaan masyarakat untuk mengatasinya.
5) Perhatian masyarakat dan masalah sosial
Suatu kejadian atau peristiwa berubah menjadi masalah sosial ketika hal tersebut menarik perhatian masyarakat. Masyarakat secara intens membahas dan menggugat peristiwa tersebut. Namun demikian, tidak semua masalah sosial menjadi perhatian masyarakat. Sebaliknya suatu yang menjadi perhatian masyarakat belum tentu merupakan masalah. Contohnya, merebaknya pelanggaran lalu lintas adalah masalah, namun tidak menarik perhatian masyarakat. Sebaliknya sebuah bus yang terbalik dijalan raya bukanlah masalah sosial walaupun menarik perhatian masyarakat.
Beberapa Masalah Sosial Masa Kini
1) Kemiskinan
Kemiskinan diartikan sebagai keadaan seseorang yang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok, dan tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Dalam masyarakat modern, kemiskinan dilihat sebagai keadaan seseorang tidak memiliki harta yang cukup untuk memenuhi standar kehidupan dilingkungannya. Secara sosiologis, masalah kemiskinan ini timbul karena lembaga kemasyarakatan di bidang ekonomi tidak berfungsi dengan baik.
2) Kejahatan
Kejahatan terbentuk melalui proses imitasi, pelaksanaan peran sosial, asosiasi diferensial, kompensasi, identifikasi, konsepsi diri, dan kekecewaan yang agresif. Kejahatan juga dapat dipicu oleh pola hidup konsumtif yang tidak diimbangi dengan produktivitas.
3) Disorganisasi Keluarga
Adalah perpecahan keluarga sebagai suatu unit karena anggota-anggotanya gagal memenuhi kewajiban yang sesuai dengan peran sosialnya. Bentuk-bentuk disorganisasi keluarga adalah keluarga yang tidak lengkap karena hubungan diluar nikah, perceraian, buruknya komunikasi antaranggota keluarga, krisis keluarga karena kepala keluarga meninggalkan keluarga (seperti meninggal, dihukum pidana atau berperang), serta terganggunya mental salah satu anggota keluarga.
4) Masalah Generasi Muda Masyarakat Modern
Umumnya ditandai oleh dua ciri yang berlawanan, yaitu keinginan untuk melawan dan sikap apatis. Keinginan untuk melawan antara lain ditunjukan dalam sikap radikalisme. Sementara, sikap apatis misalnya penyesuaian yang membabi buta terhadap ukuran moral generasi tua. Dalam masyarakat yang sedang mengalami masa transisi, generasi muda seolah terjepit antara norma lama dan norma baru (yang kadang belum terbentuk).
5) Peperangan
Merupakan sebuah bentuk pertentangan antara kelompok atau masyarakat (termasuk Negara) yang umumnya diakhiri dengan akomodasi.
6) Pelanggaran Terhadap Norma-Norma Masyarakat
a. Pelacuran, dapat diartikan sebagai suatu pekerjaan berupa penyerahan diri kepada umum untuk melakukan perbuatan seksual guna mendapatkan upah. Faktor penyebab pelacuran umumnya berasal dari dalam maupun dari luar pelaku. Faktor dari dalam antara lain nafsu seksual yang tinggi, sifat malas, dan keinginan untuk hidup mewah. Faktor dari luar antara lain faktor ekonomi dan urbanisasi.
b. Kenakalan Remaja, umumnya berupa perilaku atau tindakan yang tidak disukai masyarakat seperti, perkelahian, kebut-kebutan, mencoret-coret fasilitas umum , merampok, atau meminta uang dan barang-barang secara paksa.
c. Alkoholisme
d. Korupsi, umumnya dimengerti sebagai penyelewengan atau penyalahgunaan uang (Negara, perusahaan, atau lembaga) yang bukan menjadi hak seseorang. Korupsi biasanya dilakukan dengan cara menyalahgunakan kekuasaan yang dimiliki.
PENGERTIAN NILAI
- Sehari hari: Nilai diartikan sebagi harga, ukuran, angka kepandaian, kadar, mutu dan bobot.
- Sosiologi: Nilai diartikan sebagai sesuatu yang baik, diinginkan, dicita-citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Sedangkan nilai sosial, adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala sesuatu yang baik, penting, luhur, pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama.
- Kamus Besar Bahasa Indonesia: Nilai didefinisikan sebagai kadar, mutu, atau sifat penting dan berguna bagi kemanusiaan.
- Para Ahli
- Soerjono Soekanto: Nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang baik dan apa yang buruk
- Kimball Young: Nilai sosial adalah unsur-unsur abstrak dan sering tidak disadari tentang benar dan pentingnya.
- A.W. Green: Nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif, disertai emosi terhadap objek dan ide orang perorangan.
- Woods: Nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
- Robert M. Z. Lawang: Nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga dan mempengaruhi perilaku sosial orang-orang yang memiliki nilai tersebut.
- Kluckhohn: Semua nilai dalam setiap kebudayaan pada dasarnya mencakup lima masalah nilai pokok, yaitu :
- Nilai mengenai hakikat hidup
- Nilai mengenai hakikat karya
- Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
- Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam
- Nilai mengenai hakikat manusia dengan sesamanya
NILAI BERDASARKAN CIRI-CIRINYA :
1. Nilai dominan adalah nilai yang dianggap penting dibandingkan nilai lainnya.
Misal : tradisi muludan di Cirebon, Ibadah haji, mudik, gelar kebangsawanan.
Ukuran penting tidaknya nilai didasarkan pada :
- Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut.
- Berapa lama nilai itu dianut atau digunakan
- Tinggi rendahnya usaha orang untuk memberlakukan nilai itu.
- restise atau kebanggaan orang-orang yang orang-orang yang menggunakan nilai di masyarakat.
2. Nilai mendarah daging (internalized value) adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya kadang tidak melalui proses berfikir atau pertimbangan lagi, melainkan secara tidak sadar. Misal : Guru yang melihat siswanya gagal dalam ujian akan merasa gagal, Prajurit yang tidak mampu mengalahkan musuhnya dalam pertempuran akan merasa gagal.
JENIS- JENIS NILAI SOSIAL
Menurut Prof. Dr. Notonagoro, nilai dapat dibagi atas tiga jenis :
- Nilai material, yaitu segala benda yang berguna bagi manusia
- Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan mengadakan kegiatan atau aktivitas
- Nilai spiritual, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai ini dibedakan lagi menjadi 4 macam, yakni : a. Nilai kebenaran (kenyataan), yang bersumber dari unsur akal manusia (rasio/akal, budi, cipta). b. Nilai keindahan, yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan, estetika). c. Nilai moral (kebaikan), yang bersumber dari unsur kehendak atau kemauan (karsa, etika). d. Nilai religius, yang merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tertinggi dan mutlak
Pandangan nilai dari Ahli lain, yakni :
- Nilai Immaterial atau nilai rohani adalah nilai yang tidak berwujud tidak bisa disentuh dan sulit untuk berubah. Misal : idiologi, gagasan, ide, peraturan-peraturan
- Nilai Material adalah nilai jasmani atau nilai yang berwujud mudah dilihat, diraba dan memiliki karakteristik mudah berubah. Misal : gedung, karya seni dsb.
CIRI-CIRI NILAI SOSIAL
- Merupakan hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat
- Dapat ditularkan
- Terbentuk melalui proses belajar atau sosialisasi
- Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial
- Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat
- Dapat mempengaruhi pengembangan pribadi seseorang, baik positif maupun negatif
- Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai.
FUNGSI NILAI SOSIAL
Ada beberapa fungsi nilai sosial menurut Drs. Suprapto, yakni :
- Dapat menyumbangkan seperangkat alat menetapkan “harga”sosial dari suatu kelompok
- Dapat mengarahkan masyarakat dalam berfikir dan bertingkah laku.
- Sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial.
- Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok
- Sebagai alat pengawas/kontrol perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikat tertentu agar orang mau berperilaku sesuai dengan yang diinginkan sistem nilai.
PENGERTIAN NORMA SOSIAL
Norma adalah petunjuk hidup yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakataan bersama dan bermaksud untuk mengatur setiap perilaku manusia di dalam masyarakat guna mencapai ketertiban dan kedamaian. Norma dalam masyarakat merupakan aplikasi atau perwujudan dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Misal : Di sekolah terdapat norma melarang seseorang membuang sampah sembarangan, dasar dari pembuatan norma ini adalah nilai kebersihan dan keindahan.
DAYA IKAT NORMA
Norma-norma dalam masyarakat mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. Ada norma yang daya ikatnya lemah, sedang, maupun kuat.
Dilihat dari daya ikatnya, norma dibagi :
- Cara (usage). Cara adalah norma yang paling lemah daya pengikatnya karena orang yang melanggar hanya mendapat sanksi dari masyarakat berupa cemoohan dan ejekan saja. Cara menunjuk pada suatu perbuatan. Contoh : bersendawa tanda kenyang, makan bersuara
- Kebiasaan (folkways). Kebiasaan mempunyai kekuatan mengikat yang lebih tinggi daripada cara. Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk sama karena orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Contoh : kebiasaan menghormati orang lebih tua, kebiasaan menggunakan tangan kanan apabila hendak memberikan sesuatu kepada orang lain.
- Tata kelakuan (mores) adalah kebiasaan aturan yang sudah diterima masyarakat dan dijadikan alat pengawas atau kontrol. Tata kelakuan mengharuskan atau melarang anggota masyarakat untuk menyesuaikan tindakan terhadap apa yang berlaku. Pelanggaran terhadap tata kelakuan akan diberi sanksi berat seperti diarak di depan umum, atau dirajam. Contoh : larangan berzina.
- Adat istiadat (custom) adalah Tata kelakuan yang sudah terintegrasi secara kuat dengan pola-pola perilaku masyarakat dan dilakukan sebagian besar anggota masyarakat sehingga menjadi ciri atau identitas masyarakat.
SIFAT NORMA
Ada 2 sifat norma, yakni :
- Norma formal adalah norma yang bersumber dari instansi yang formal atau resmi. Misal : aturan berasal dari negara, peraturan daerah dsb.
- Norma nonformal adalah norma yang biasanya tidak tertulis (lesan) dan jumlahnya lebih banyak daripada norma formal. Misal : pantangan adat dalam masyarakat.
JENIS-JENIS NORMA
Ada 5 jenis norma-norma utama dalam masyarakat, yakni :
- Norma Agama adalah petunjuk hidup yang berasal dari Tuhan bagi penganutnya agar mereka mematuhi segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Contoh : Semua agama melarang umatnya untuk berzina, sanksinya adalah rasa berdosa.
- Norma Kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan segolongan manusia dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari sekelompok masyarakat. Contoh : menghormati orang tua, tidak boleh meludah sembarangan.
- Norma Kelaziman adalah tindakan manusia mengikuti kebiasaan yang umumnya dilakukan tanpa pikir panjang karena kebiasaan itu dianggap baaik, patut, sopan, dan sesuai dengan tata krama. Contoh : cara makan, cara minum, berjalan, berpakaian.
- Norma Kesusilaan adalah aturan yang datang dari suara hati sanubari manusia (insan-kamil). Contoh : Jangan berzina
- Norma Hukum adalah aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berisi perintah atau larangan yang memaksa dan yang akan memberikan sanksi yang tegas bagi setiap orang yang melanggarnya. Contoh : Wajib membayar pajak
- Mode adalah cara dan gaya dalam melakukan dan membuat sesuatu yang sifatnya berubah-ubah serta diikuti oleh banyak orang. Contoh : kelakuan wanita berbeda menurut mode pakaiannya.
PENGERTIAN SOSIALISASI
1. Secara Sosiologis. Sosialisasi adalah proses belajar individu terhadap nilai, norma dan kebiasaan lingkungannya.
2. Para ahli
a. Peter Berger, Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai atau norma dari satu generasi ke generasi lainnya.
b. David Gaslin, Sosialisasi adalah proses belajar yang dialami seseorang untuk memperoleh pengetahuan tentang nilai dan norma agar ia dapat berpartisipasi sebagai anggota masyarakat.
AGEN-AGEN SOSIALISASI
Ada 4 agen sosialisasi, yaitu :
- Keluarga adalah agen sosialisasi yang mengajarkan berbagai ketrampilan dasar manusia dalam berinteraksi dengan masyaraka. Keluarga merupakan agen sosialiasi utama dan pertama. Dalam pengertian umum keluarga dikenal dengan sebutan sosialisasi primer.
- Kelompok Sepermaianan adalah agen sosialisasi yang mengajarkan berbagai nilai berkaitan dengan peranan orang lain, seperti : keadilan, kebenaran, toleransi, atau solidaritas.
- Sekolah adalah agen sosialisasi formal dalaml masyarakat. Disini individu diajarkan berbagai nilai berbeda dengan agen sosilisasi yang lain. Nilai yang diajarkan seperti : kemandirian, prestasi, universalisme, dan spesifikasi.
- Media Massa adalah agen sosialisasi yang berperan untuk menginformasikan berbagai pesan ke masyarakat.
BENTUK-BENTUK SOSIALISASI
Ada 2 bentuk sosialisasi, yakni :
- Sosialisasi Primer adalah sosia lisasi yang pertama kehidupan manusia. Sosialisasi ini terjadi di keluarga.
- Sosialisasi Sekunder adalah sosialisasai yang memperkenalkan individu ke dalam lingkungan di luar keluarganya, seperti : sekolah, lingkungan bermain, dan lingkungan kerja.
TIPE SOSIALISASI
Ada 2 tipe sosialisasi, yakni :
- Sosialisasi Formal adalah sosialisasi terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku delam negara. Seperti : sekolah, pendidikan militer dan lingkungan kerja.
- Sosialisasi Informal adalah sosialisasi yang terjadi di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan. Seperti : antar teman, sahabat, anggota klub, dan kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.
POLA SOSIALISASI
Ada 2 pola sosialisasi, yakni :
- Sosialisasi Represif adalah sosialisasi yang menekankan pada pemberian hukuman terhadap kesalahan.
- Sosialisasi Partisipatoris adalah sosialisasi yang menekankan permberian imbalan ketika berperilaku baik.
PENGERTIAN KEPRIBADIAN
Menurut Yinger, kepribadian adalah keseluruhan perilaku seseorang individu dengan sitem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.
Tahap Perkembangan diri manusia
- Preparatory stage: Tahap dimana mempersiapkan diri mengenal dunia sosial
- Play stage: Tahap dimana anak mulai mengambil peran orang-orang yang berada di sekitarnya. Misal : Seorang anak menjadi dokter-dokteran, sopir-sopiran.
- Game Stage: Tahap dimana anak tidak hanya mengetahui peran yang harus dijalankan, tetapi telah mengetahui peran yang dijalankan orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Misal : Dalam sepakbola ada wasit, pemain, kiper dsb.
- Generalized others: Tahap dimana anak mampu mengambil peran orang lain secara lebih luas.
Faktor yang mempengaruhi kepribadian
Ada 5 faktor yang mempengaruhi kepribadian, yakni :
- Warisan Biologis adalah kepribadian yang di pengaruhi oleh faktor keturunan orang tua baik pihak ayah ataupun ibu.
- Lingkungan Geografis adalah kepribadian yang dipengaruhi oleh perbedaan iklim, topografi (permukaan atau relief bumi) dan sumber alam.
- Kebudayaan atau lingkungan kebudayaan adalah kepribadian yang dipengaruhi oleh adat istiadat masyarakat setempat.
- Pengalaman kelompok atau lingkungan social adalah kepribadian dipengaruhi oleh lingkungan sosial dimana ia bergaul.
- Pengalaman unik adalah kepribadian dipengaruhi oleh berbagai pengalaman yang berkesan begitu dalam bagi seseorang, baik buruk ataupun baik.
HUBUNGAN SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN
Hubungan utama sosialisasi dan kepribadiana adalah kepribadian merupakan hasil dari proses sosialisasi. Kepribadian yang baik ataupun buruk merupakan hasil dari bagaimana ia bersosialisasi dalam lingkungannya.
PENGERTIAN PENYIMPANGAN SOSIAL
Penyimpangan social adalah tindakana seseorang yang tidak sesuai dengan nila dan norma social. Contoh : pembunuhan, perampokan dsb.
BENTUK-BENTUK PENYIMPANGAN
Ada 2 bentuk penyimpangan social, yaitu :
- Penyimpangan primer adalah penyimpangan dimana pelaku masih bisa diterima lagi oleh masyarakat. Penyimpangan ini bersifat termporer. Contoh : melanggar rambu-rambu lalu lintas.
- Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan dimana pelaku sulit diterima masyarakat. Penyimpangan ini yang pada umumnya sering disebut penyimpangan social dalam masyarakat. Contoh : Pembunuhan, pencurian dsb.
SIFAT-SIFAT PENYIMPANGAN SOSIAL
Ada 2 sifat penyimpangan social,yakni :
- Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang mengarah ke nilai yang lebih baik. Contoh : Emansipasi wanita
- Penyimpangan negative adalah penyimpangan yang mengarah ke nilai yang lebih buruk. Contoh : pembunuhan, pencurian dsb.
PENYIMPANGAN DI LIHAT DARI PENYEBABNYA
Penyimpangan akibat sosialisasi yang tidak sempurna, ada 2 pengertian adalah :
a) Penyimpangan akibat sosialisasi yang tidak sempurna adalah penyimpangan dimana terjadi ketidak sepadanan pesan-pesan yang disampaikan agen-agen sosialisasi dalam masyarakat. Contoh : merokok di sekolah tidak diperbolehkan, akan tetapi dalam kelompok bermain orang yang tidak merokok di jauhi teman-teman.
b) Penyimpangan akibat sosialisasi yang tidak sempurna adalah penyimpangan akibat meniru perilaku yang salah dari teladan dari pimpinan yang salah. Contoh : korupsi atasan yang ditiru bawahannya.
c) Penyimpangan akibat subbudaya menyimpang, ada 2 pengertian adalah :
(1) Penyimpangan akibat subbudaya menyimpang adalah apabila terdapat perbedaan pandangan masa lalu dengan masa sekarang. Misal : Zaman dahulu korupsi adalah tindakan yang tercela tetapi masa sekarang dianggap hal yang wajar.
(2) Penyimpangan akibat sub budaya yang menyimpang adalah apabila seseorang belajar pada kelompok yang menyimpang. Contoh : Ali masuk ke Gank Motor, kawasan kumuh dan kawasan prostitusi.
MACAM-MACAM PENYIMPANGAN SOSIAL
Ada 4 macam penyimpangan social adalah :
1) Kejahatan atau kriminalitas adalah tindakan manusia yang tidak sesuai dengan aturan hukum. Ada 5 jenis kejahatan, yakni :
- Crime without victim atau kejahatan tanpa korban adalah kejahatan yang tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain.
- Kejahatan Terorganisir (organized crime) adalah pelaku kejahatan merupakan komplotan yang secara berkesinambungan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum. Misal : komplotan korupsi, penyediaan jasa pelacur.
- Kejahatan Kerah Putih (White collar crime) adalah kejahatan yang mengacu pada kejahatan orang-orang terpandang atau berstatus tinggi. Misal : Korupsi, Kolusi.
- Kejahatan Kerah Biru (Blue Collar Crime) adalah kejahatan di lakukan orang-orang golongan rendah. Misal : Mencuri jemuran, sandal di masjid dsb.
- Penyimpangan Korporat adalah jenis kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Misal : Perusahaan membuang limbah beracun.
2) Penyimpangan Seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. Misal : Lesbian, Perzinahan, homoseksual dsb.
3) Konsumsi berlebihan adalah penggunaan barang yang melebihi aturan yang semestinya. Misal : Narkoba dan alkoholisme.
4) Penyimpangan gaya hidup adalah penyimpangan disebabkan oleh gaya hidup yang lain dari biasanya. Contoh : Eksentrik/Aneh (misal : lelaki beranting, cewek berambut pendek) dan arogansi/sombong (misal : sombong dengan kekayaan, kepandaian dsb.)
PENGERTIAN PENGENDALIAN SOSIAL
Pengendalian social (social control) adalah upaya untuk mewujudkan kondisi seimbang di dalam masyarakat (social equilibrium). Tujuan pengendalian sosial adalah mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan dalam masyarakat.
Pengertian para ahli :
- Berber, Pengendalian social adalah berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang membangkang.
- Roucek dan Warrant, Pengendalian social adalah suatu istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana dimana individu dianjurkan, dibujuk, ataupun dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup suatu kelompok.
CARA PENGENDALIAN SOSIAL
Ada beberapa cara untuk mengenalikan anggota masyarakat agar tidak melakukan penyimpangan, yakni :
- Pengendalian persuasive adalah pengedalian social dengan cara mengajak atau membimbing anggota masyarakat agar dapat bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Pegendalian persuasive dibagi 2, yakni : a. lisan adalah pengendalian social dengan mengajak orang menaati aturan dengan berbicara langsung dengan bahasa lisan (verbal). b. Simbolik adalah pegendalian dilakuka dengan tulisan , spanduk, iklan layanan masyarakat dsb.
- Pengendalian social koersif adalah pengedalian social yang menekankan pada tindakan atau ancaman yang menggunakan kekuatan fisik.
- Pengendalian preventif adalah pengendalian social dengan cara memberi imbalan atas tindakannya agar sesuai dengan aturan masyarakat.
- Pengendalian Represif adalah pengendalian social dengan tujuan memulihkan keadaan seperti sebelum terjadinya pelanggaran.
ALAT ATAU JENIS UNTUK MENGENDALIKAN SOSIAL
- Desas-desus atau gosip adalah kabar angin atau kabar burung yang menyajikan fakta belum tentu kebenarannya.
- Teguran adalah perigatan kepada seseorang yang melakukan penyimpangan.
- Sosialisasi adalah proses sosialisasi dengan memberikan ajuran secara terus menerus.
- Tekanan Sosial adalah memberika sanksi kepada individu yang melakukan penyimpangan social.
- Hukuman adalah menjatuhkan sanksi. Sanksi bersifat positif berisikan imbalan (reward), sedangkan sangsi bersifat negatif berarti hukuman bagi yang melakukan pelanggaran.
LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL
Ada beberapa lembaga yang berperan penting dalam pengendalian social, yakni :
- Polisi adalah lembaga formal yang bertugas memlihara keamanan da ketertiban, mecegah dan mengatas perilaku menyimpang anggota masyarakat sehingga tercptanya ketertiban dalam masyarakat.
- Pengadilan adalah lembaga formal yang memberika sanksi tegas kepada individu yang melakukan penyimpangan social.
- Adat adalah lembaga social dalam masyarakat tradisional yang bertugas menegakkan berbagai aturan yang sudah menjadi kebiasaan/tradisi masyarakat.
- Tokoh Masyarakat adalah orang yang memiliki pengaruh atau wibawa, sehingga ia dihormati da disegai masyarakat.
Kodrat manusia sebagai makhluk sosial adalah keinginannya untuk selalu hidup bersama dengan orang lain dalam suatu kelompok atau masyarakat. Tidak seorang pun di dunia ini yang mampu hidup sendiri tanpa melakukan hubungan atau kerjasama dengan orang lain. Melalui hubungan itu kita dapat menyampaikan maksud, tujuan, dan keinginan untuk mendapatkan tanggapan (reaksi) dari pihak lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu berhubungan antara yang satu dan yang lainnya, sejak bangun pagi hingga tidur malam. Hubungan antarmanusia sebagai makhluk sosial dapat dicirikan dengan adanya tindakan untuk berhubungan. Tindakan tersebut dapat memengaruhi, mengubah, atau memperbaiki perilaku individu lain, atau sebaliknya. Tindakan seperti ini dinamakan interaksi sosial. Interaksi sosial akan menyebabkan kegiatan hidup seseorang semakin bervariasi dan kompleks.
Sejak kapan manusia melakukan interaksi sosial? Sejak manusia lahir ke dunia, proses interaksi sudah mulai dilakukan walaupun terbatas pada hubungan yang dilakukan seorang bayi terhadap ibunya. Interaksi sosial erat kaitannya dengan naluri manusia untuk selalu hidup bersama dengan orang lain dan ingin bersatu dengan lingkungan sosialnya. Naluri ini dinamakan gregariousness.
Hakikat Interaksi Sosial
Menurut John Lewis Gillin, interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial dinamis yang menyangkut hubungan antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antarkelompok. Ada dua syarat yang harus dipenuhi agar interaksi sosial dapat terjadi, yaitu kontak sosial dan komunikasi.
Kontak sosial
Kontak sosial dapat dibagi menjadi dua. Kontak sosial yang terjadi secara langsung atau tatap muka disebut kontak primer. Kontak sosial yang terjadi secara tidak langsung atau melalui perantara disebut kontak sekunder. Kontak sekunder juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu kontak sekunder langsung (menggunakan alat tertentu seperti telepon) dan kontak sekunder tidak langsung (menggunakan orang lain sebagai perantara).
Komunikasi
Komunikasi yaitu penyampaian pesan dari pihak satu ke pihak lain. Lima unsur pokok dalam komunikasi sebagai berikut
- Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan kepada pihak lain
- Komunikan, yaitu orang atau sekelompok orang yang menerima pesan
- Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator
- Media, yaitu alat untuk menyampaikan pesan
- Efek, yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan setelah mendapatkan pesan dari komunikator
Faktor-faktor Pendorong Interaksi Sosial
Proses interaksi sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong berikut ini.
- Imitasi, yaitu suatu tindakan meniru sikap, tingkah laku dan penampilan orang lain seperti gaya bicara, gerak tubuh, dan kebiasaan lainnya.
- Identifikasi, yaitu kecenderungan seseorang yang ingin sama perilakunya dengan orang lain yang menjadi idolanya.
- Sugesti , artinya cara pemberian suatu pandangan atau pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu, sehingga orang tersebut mengikuti pandangan atau pengaruh tersebut tanpa berpikir secara kritis dan rasional.
- Simpati, adalah perasaan tertarik yang timbul dalam diri seseorang dan kemampuan seseorang untuk ikut merasakan suatu keadaan atau peristiwan yang dialami orang lain. Misalnya, ketika tetangga kita mengalami musibah, kita ikut merasakan kesedihan mereka.
- Motivasi merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh yang diberikan oleh individu kepada individu lain, sehingga individu yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang diberikan itu secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab.
- Empati adalah proses kejiwaan seseorang untuk larut dalam perasaan orang lain, baik suka maupun duka.
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Menurut Gillin dan Gillin, ada dua macam proses social yang timbul akibat interaksi sosial, yaitu proses asosiatif dan proses disosiatif.
Proses Asosiatif yaitu proses sosial yang mengarah pada persatuan. Adapun bentuk-bentuk proses asosiatif antara lain :
Kerjasama/cooperasi didefinisikan sebagai usaha bersama antarindividu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Charles H. Cooley, kerjasama timbul apabila seseorang menyadari dirinya mempunyai kepentingan atau tujuan yang sama dengan orang lain.
Faktor terjadinya kerjasama
- Punya tujuan sama.
- Adanya keuntungan pribadi.
- Punya kewajiban yang sama.
- Keinginan untuk mencapai hasil yang lebih besar.
- Punya tujuan untuk menolong orang lain.
Bentuk kerjasama
- Bargaining, perjanjian tukar menukar barang dan jasa antar 2 organisasi atu lebih
- Kooptasi, proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi
- Koalisi, merupakan kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan sama
- Joint Venture, adalah kerjasama dalam pengusahaan proyek tertentu dengan system bagi hasil
- Kerukunan, mencakup gotong royong dan tolong menolong.
Akomodasi yaitu usaha-usaha untuk meredakan pertentangan.
Tujuan akomodasi
- Dapat mengurangi pertentangan baik antar individu/antar kelompok.
- Dapat mencegah terjadinya ledakan pertikaian untuk sementara waktu.
- Dapat menjalin kerjasama antar kelompok sosial yang terpisah secara psikologis dan kebudayaan.
- Dapat mengusahakan peleburan antar kelompok sosial yang terpisah.
Akomodasi sebagai sebuah proses mempunyai beberapa bentuk, yaitu:
- Koersi, yaitu bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan secara fisik maupun psikologis
- Kompromi, yaitu bentuk akomodasi ketika pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian
- Arbitrase, yaitu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak.
- Mediasi hampir menyerupai arbitrase. Dalam proses mediasi, kedudukan pihak ketiga hanya sebagai penasihat. Pihak ketiga tidak memiliki wewenang mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah
- Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan.
- Toleransi, bentuk akomodasi yang terjadi tanpa persetujuan formal.
- Stalemate, terjadi ketika pihak-pihak yang bertikai memiliki kekuatan yang seimbang hingga akhirnya kedua pihak menghentikan pertikaian tersebut.
- Ajudikasi, yaitu cara menyelesaikan masalah melalui pengadilan
- Segregasi, yaitu bentuk akomodasi ketika masing-masing pihak memisahkan diri dan saling menghindar untuk mengurangi ketegangan
- Eliminasi, yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang terlibat dalam konflik karena mengalah
- Subjugation atau domination, yaitu bentuk akomodasi ketika pihak yang kuat meminta pihak yang lebih lemah mentaatinya.
- Keputusan mayoritas, yaitu keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak dalam voting
- Minority consent, yaitu kemenangan kelompok mayoritas yang diterima dengan senang hati oleh pihak minoritas
- Asimilasi yaitu proses sosial yang ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antar individu/kelompok dan usaha mempertinggi kesatuan tindakan, sikap dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan bersama.
- Akulturasi adalah berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.
Proses Disosiatif
Persaingan (competition) yaitu proses sosial dimana individu/kelompok berusaha mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang menjadi pusat perhatian umum, tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan.
Fungsi persaingan
- Menyalurkan keinginan-keinginan individu (kelompok yang kompetitif).
- Sebagai jalan menyalurkan keinginan, kepentingan dan nilai-nilai yang menjadi pusat perhatian.
- Sebagai alat seleksi atas dasar seks dan sosial.
- Sebagai alat penyaring warga secara fungsional.
- Dapat mendorong seseorang belajar, bekerja dan berjuang lebih keras.
- Dapat membantu usaha-usaha pemilihan sesuatu yang sesuai dengan keinginan public. Contoh : pemilihan pemimpin.
Ciri-ciri persaingan
- Ada sejumlah orang/kelompok yang sama-sama menginginkan sesuatu yang jumlahnya terbatas.
- Masing-masing berusaha keras untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan secara sportif.
- Dalam bersaing tidak terjadi benturan fisik dan usaha saling menjatuhkan.
- Persaingan terjadi hampir disemua segi kehidupan.
- Kontravensi (controvension) yaitu proses sosial yang berada diantara persaingan dengan konflik. Atau sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan suatu golongan tertentu.
Tanda-tanda kontravensi
- Gejala ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana.
- Perasaan tidak suka yang disembunyikan.
- Kebencian atau keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang.
- Sikap tersembunyi dapat berubah menjadi kebencian.
Bentuk-bentuk kontravensi
- Kontravensi umum. Misalnya penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguan-gangguan, kekerasan dan mengacaukan rencana pihak lain.
- Kontravensi sederhana. Misalnya menyangkal pernyataan orang lain di depan umum, memaki-maki melalui surat-surat selebaran, mencerca, memfitnah, melempar beban, dan pembuktian pada orang lain.
- Kontravensi intensif. Misalnya penghasutan menyebar desas-desus dan mengecewakan pihak lain.
- Kontravensi rahasia. Misalnya mengumumkan rahasia pihak lain dan pengkhianatan.
- Kontravensi taktis. Misalnya mengejutkan lawan, mengganggu atau membingungkan pihak lain. Memaksa pihak lain untuk menyesuaikan diri atau konformitas dengan kekerasan, provokasi, ataupun intimidasi.
Pertikaian (konflik) yaitu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan kekerasan.
Hubungan antara Keteraturan Sosial dan Interaksi Sosial
Keteraturan sosial memiliki hubungan yang selaras dan serasi antara interaksi sosial, nilai sosial, dan norma sosial. Artinya, hak dan kewajiban direalisasikan dengan nilai dan norma atau tata aturan yang berlaku. Keteraturan sosial bukanlah suatu keadaan statis karena masyarakat pada dasarnya bersifat dinamis, oleh karena itu harus senantiasa di usahakan.
Menurut proses terbentuknya, keteraturan sosial terjadi melalui tahap-tahap berikut.
- Tertib sosial (social order), yaitu suatu kondisi kehidupan masyarakat yang aman, dinamis, dan terat ditandai dengan setiap individu bertindak sesuai hak dan kewajibannya.
- Order yaitu sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat
- Keajegan yaitu suatu kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah sebagai hasil dari hubungan antara tindakan, nilai, dan norma sosial yang berlangsung terus menerus.
- Pola yaitu corak hubungan yang tetap atau ajeg dalam interaksi sosial dan dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok. Pola dapat dicapai ketika keajegan tetap terpelihara atau teruji dalam berbagai situasi.
Status dan Peran dalam Interaksi Sosial
Status dan peran seseorang mempengaruhi cara atau bentuk interaksi sosialnya. Status (kedudukan) merupakan posisi seseorang secara umum di mayarakat dalam hubungannya dengan orang lain. Posisi seseorang menyangkut lingkungan pergaulannya, prestise, hak-hak dan kewajibannya.
Menurut Ralf Linton, dalam kehidupan masyarakat terdapat tiga macam status:
- Ascribed status, merupakan status seseorang yang dicapai dengan sendirinya tanpa memperhatikan perbedaan rohaniah dan kemampuan. Status tersebut dapat diperoleh sejak lahir.
- Achieved status, merupakan status yang diperoleh seseorang melalui usaha-usaha yang disengaja. Status ini tidak diperoleh atas dasar keturunan, akan tetapi tergantung pada kemampuan individu dalam mencapai tujuannya. Jenis status ini bersifat terbuka bagi siapa saja.
- Assigned status merupakan status yang diperoleh dari pemberian pihak lain. Assigned status berhubungan erat dengan achieved status. Artinya suatu kelompok atau golongan memberikan status yang lebih tinggi kepada seseorang yang berjasa.
Dalam kenyataan masyarakat, seseorang dapat mempunyai beberapa status. Bahkan dalam waktu bersamaan dia dapat menjalankan beberapa status sekaligus. Beragam status yang dimiliki seseorang tersebut dapat menimbulkan pertentangan atau konflik status (status conflik).
Peran merupakan aspek dinamis dari kedudukan atau status. Peran adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain terhadap seseorang dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya. Status dan peran tidak dapat dipisahkan karena tidak ada peran tanpa status dan tidak ada status tanpa peran. Sama seperti status, peran dapat dimiliki manusia sejak lahir atau diperoleh dari lingkungan sosial. Peran-peran tersebut harus dilaksanakan sekaligus. Disinilah akan terjadi konflik peran.
Mudik bukanlah tradisi asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Menjelang hari raya, ketika sekolah dan tempat kerja memasuki hari libur, orang berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya masing-masing. Mudik menjadi fenomena sosial yang dapat dikaji dari sudut pandang sosiologi. Apa yang mendorong mereka bersusah payah untuk pulang ke kampung halaman? Bagaimana upaya mereka agar dapat sampai ke kampung halaman? Mengapa mereka beramai-ramai pulang menjelang hari raya? Untuk memahami itu semua, terlebih dahulu kita akan fahami sosiologi secara definisi.Sosiologi berasal dari bahasa latin, socius (teman) dan logos (pembicaraan). Secara harfah, sosiologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari atau menempatkan masyarakat sebagai objek studinya. Caranya adalah dengan menyoroti hubungan antarmanusia dan proses sebab akibat yang timbul dari hubungan tersebut.
Auguste Comte mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang memiliki naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. Menurut Roucek dan Warren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dalam kelompok. Menurut William F. Orgburn dan Meyer F. Nimkoff, sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemadi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan prosessosial, termasuk perubahan sosial.
Dari beberapa definisi di atas, kita dapat mengetahui bahwa sosiologi dalam mengkaji fenomena sosial melihat dua sisi manusia baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain di sekitarnya.
Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Individual dan Sosial
Makhluk Individual
Individu dalam hal ini adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian unik serta pola tingkahlaku spesifik tentang dirinya. Ada dua istilah lain dalam kata “individu”. Pertama, Individualisme adalah paham yang mementingkan hak perseorangan disamping kepentingan masyarakat atau Negara. Kedua, Individualis adalah sikap yang mementingkan diri sendiri. Jadi, manusia sebagai makhluk individu merupakan manusia yang memiliki kebebasan untuk menentukan pilihannya dan bertanggungjawab atas pilihannya tersebut.
Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia akan selalu membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya sebagai sarana untuk bersosialisasi. Sosialisasi ini berarti membutuhkan lingkungan sosial sebagai salah satu tempatnya untuk berinteraksi. Manusia berinteraksi dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan demi kelangsungan hidupnya.
Gejala Sosial yang Terjadi di Lingkungan Masyarakat
Menurut Pitirim A. Sorokin, sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial dengan gejala lainnya (nonsosial). Jika dilihat dari definisi tersebut, jelas bahwa ada perbedaan antara gejala sosial dengan gejala nonsosial.
Gejala sosial merupakan suatu gejala yang tidak dapat berjalan seperti yang dikehendaki, sehingga menyebabkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Contoh gejala sosial antara lain adalah kemiskinan, penyimpangan seksual, kriminalitas, perdagangan sosial, kenakalan remaja. Pengangguran dsb. Sedangkan gejala nonsosial lebih pada kondisi alam seperti bencana atau aktifitas alam lainnya seperti hujan, petir, banjir, gempa yg terjadi karena pergeseran atau pergerakan dimensi-dimensi alam itu sendiri.
Berikut ini merupakan jenis-jenis gejala sosial yang diungkapkan oleh Pitirim A. Sorokin. Diantaranya yaitu :
- Gejala sosial religious. Misalnya perayaan panen padi
- Gejala sosial ekonomi. Misalnya gejala menurunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pengangguran.
- Gejala sosial politik. Misalnya, terjadinya praktik politik uang untuk memenangkan pemilu.
- Gejala sosial hukum. Misalnya, ketidakdisiplinan pengendara sepeda motor di jalan raya.
- Gejala sosial mikro terjadi pada individu-individu dalam kehidupan sosial sehari-hari.
- Gejala sosial meso terjadi pada organisasi, masyarakat, massa dan gerakan sosial.
- Gejala sosial makro terjadi dalam entitas sosial yang lebih besar.
Pernahkan kita berpikir apa itu sosiologi? Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tokoh yang pertama kali mengemukakan istilah sosiologi adalah Auguste Comte (1798-1857) seorang filsuf dari Prancis, sehingga Auguste Comte dikenal sebagai “Bapak Sosiologi”. Secara khusus sebagai disiplin ilmu sosial, para sosiolog membuat ruang lingkup kajian dalam mengamati manusia yang ada di sekitarnya.
Ruang lingkup kajian sosiologi adalah sebagai berikut.
- Fakta sosial (Emile Durkheim), pola atau sistem yang mempengaruhi cara manusia untuk bertindak, berfikir dan merasa yang berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa atau mengendalikan manusia tersebut. Contohnya : hukum dan budaya.
- Tindakan sosial (Max Weber), tindakan manusia yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Contohnya : orang berpakaian rapih, agar mendapat pujian dari orang lain.
- Imajinasi sosial (C. Wright Mills), kita dapat membedakan antara masalah personal dan publik. Contohnya : jika dalam 1 juta jiwa penduduk, 10 orang tunawisma adalah masalah personal. Jika 100.000 orang tunawisma adalah masalah publik.
- Realitas sosial (Peter L.Berger), peristiwa yang terjadi karena dibentuk (buatan). Contohnya : banyak masyarakat bunuh diri karena stress.
Hakekat ilmu sosiologi
- Termasuk ilmu sosial.
- Bersifat kategoris, membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan apa yang seharusnya terjadi.
- Merupakan ilmu pengetahuan murni, bukan terapan.
- Bersifat abstrak, memperhatikan pola dan peristiwa yang terjadi di masyarakat.
- Bertujuan menghasilkan beragam pengertian dan pola-pola umum.
- Merupakan ilmu pengetahuan yang rasional.
- Merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat umum, bukan khusus.
- Empiris, didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat, sehingga hasilnya tidak spekulatif.
- Teoritis, berusaha menyusun abstraksi dan hasil-hasil observasi.
- Kumulatif, artinya teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada.
- Non-etis, yakni yang dipermasahkan bukan baik-buruknya fakta tertentu, melainkan bertujuan untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis.
- Hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia lain.
- Hubungan antara individu dengan kelompok.
- Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lain.
- Sifat-sifat dari kelompok-kelompok sosial yang bermacam-macam coraknya.
- Metode Kualitatif adalah metode analisis yang memakai bahan/data/informasi yang sukar diukur dengan angka/ukuran eksak,tetapi lebih bersifat deskriptif.
- Metode Histories: metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.
- Metode Komparatif: metode pengamatan dengan cara membandingkan antara berbagai masyarakat dan bidangnya untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan sebagai petunjuk dalam suatu masyarakat.
- Metode Studi Kasus: metode analisis yang memfokuskan diri untuk mempelajari sedalam-dalamnya salah satu gejala nyata (kasus) dalam kehidupan masyarakat.
- Metode Eksperimen: suatu cara untuk mengetahui pengaruh perubahan pola kehidupan masyarakat melalui percobaan-percobaan pada kelompok sosial tertentu dan kelompok lain sebagai pengendali.
- Metode Filosofis: mengatasi masalah sosial melalui perenungan dan pemikiran yang mendalam, terarah, dan mendasar yang bertumpu pada akar budaya masyarakat.
- Metode Kuantitatif adalah metode analisis yang memakai angka/ukuran eksak, melalui pengolahan data, dan pengorganisasian data. Data berupa angka dan mudah diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori.
- Fungsi atau kegunaan sosiologi
- Untuk pembangunan: memberikan data-data sosial untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan.
- Untuk penelitian: untuk rencana penyelesaian masalah sosial.
- Sosiolog sebagai ahli riset (melakukan riset ilmiah/penelitian)
- Sosiolog sebagai konsultan kebijakan (membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi)
- Sosiolog sebagai praktisi (perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat)
- Sosiolog sebagai guru/pendidik (mengajarkan dan mengembangkan sosiologi)








